Rabu, 18 Februari 2015

Sekilas Fobia Sosial

Fobia sosila adalah ketakutan menetap dan tidak rasional yang umumnya berkaitan dengan keberadaan orang lain. Fobia ini dapat sangat merusak, sedemikian parah sehingga angka bunuh diri pada orang-orang yang menderita fobia ini jauh lebih tinggi disbanding pada mereka yang menderita gangguan anxietas lain (Schneier dkk., 1992). Fobia sosial (atau gangguan kecemasan sosial), dalam DSMIV-TR dijelaskan mengenai hal itu, yang ditandai dengan menonaktifkan ketakutansatu atau lebih situasi sosial tertentu (seperti berbicara didepan publik, buang air kecil di kamar mandi umum, atau makan atau menulis di depan umum, lihat table DSM - IV - TR). Dalam situasi ini, seseorang mengalami ketakutan bahwa ia mungkin terkena
pengawasan dan evaluasi negatif dari orang lain. Individu yang menderita fobia social biasanya mencoba menghindari situasi dimana ia mungkin dinilai dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau berprilaku secara memalukan. Ketakutan yang ditunjukan dengan keringat yang berlebihan atau memerahnya waja. Berbicara atau melakukan sesuatu didepan public, makan ditempat umum, menggunakan toilet umum atau hamir semua aktifitas lain yang dilakukan ditempat yang terdapat orang lain dapat menimbulkan kecemasan ekstrim, bahkan serangan panic besar-besaran. Orang-orang yang menderita fobia social sering kali bekerja dalam pekerjaan atau profesi yang jauh dibawah kemampuan atau kecerdasan mereka karena sensitivitas social ekstrim yang mereka alami jauh melebihi apa yang kita pikirkan tentang rasa malu sangat merugikan secar emosional. Lebih baik mengerjakan pekerjaan bergaji rendah dari pada setiap hari berhadapan dengan ornang lain dalam pekerjaan yang lebih baik. Diagnosis fobia sosial sangat umum dan terjadi bahkan pada artis terkenal seperti Barbra Streisand dan Carly Simon. Survei-Nasional Komorbiditas Replikasi diperkirakan bahwa sekitar 12% penduduk akan memenuhi syarat untuk diagnosis fobia sosial di beberapa
titik dalam hidup mereka, (Kessler, Berglund, 2005b;. Tillfors, 2004); gangguan ini lebih banyak pada wanita dibandingkan pria (sekitar 60 persen adalah perempuan). Tidak seperti fobia spesifik, yang sering terjadi pada masa kanak-kanak, fobia sosial biasanya mulai terjadi, selama masa remaja atau dewasa awal (Tillfors, 2004; Wells & • Clark, 1997). Gejala-gejala  
  • Palpitasi jantung  
  •  Banyak mengeluarkan keringat  
  •  Gemetaran  
  •  Panas-dingin  
  •  Pusing  
  •  Gangguan perut  
  •  Kerongkonganterasa tersekat  
  •  Diare  
  •  Otot menjadi tegang  
  •  Gelisah
 Fobia social dapat dicegah dengan cara memberikan pola asuh yang dapt menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian pada anak sehingga anak mampu beradaptasi dan membina hubungan social yang baik dengan orang lain.
Terapi Fobia
Pendekatan Psikoanalisis
Seperti halnya psikoanalisis yang memiliki banyak variasi, demikian juga dengan terapi psikoanalisis. Walupun demikian, secara umum semua penangnanan psikoanalisis terhadap fobia berupaya mengungkap konflik-konflik yang ditekan yang diasumsikan mendasari ketakutan ekstrim dan karakteristik penghindaran dalam gangguan ini. Karena fobia dianggap sebagai simtom dari konflik-konflik yang ada dibaliknya, fobia biasnya tidak secara langsung ditangani. Memang, upaya langsung untuk menghindari orang yang bersangkutan dari berbagai konflik yang ditekan yang terlalu menyakitkan untuk dihadapi.
Dalam berbagai kombinasi analisis menggunakan berbagai teknik yang dikembangkan dalam tradisi psikoanalsis dalam membantu mengangkat represi. Dalam asosiasi bebas analisis mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang disebutkan pasien terkait dengan setiap rujukan mengenai fobia. Analisis juga berupaya untuk menemukan berbagai petunjuk terhadap penyebab fobia yag ditekan dalam isi mimpi yang tampak jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar